Grape Vines in Indonesia

March 19, 2011

Training and Pruning Grape Vine in Pot PPS file

Filed under: Uncategorized — anggurindo @ 9:38 am

Here is how to train and prune your grape grown in pot in Pps file format. It is based on my own experience, i learned it from indonesian literatures and some webs.

Training and Pruning

Kyoho Grape

Filed under: Uncategorized — anggurindo @ 9:16 am

Few years ago, when my brother was traveling to usa, he transited in japan’s airport and bought a bunch of kyoho grape.
I told him many times to send me any kind of grape vines he found abroad, but he never did (anyway it’s not easy and very expensive), and he didn’t send any of the kyoho grape also, but managed to send some of the seeds.
i was so happy, but i didn’t know anything about grape seeds germination until i failed to germinate them and searched in the web, but it was too late…

Here are the kyoho grape picts he sent me:


I’ve just found an Indonesian blog who just started raising kyoho and pione grape not long ago. You can visit him at http://thomasgrape.blogspot.com/

March 13, 2011

Anggur Prabu Bestari = Red Prince or Black Prince?

Filed under: Uncategorized — anggurindo @ 12:22 pm

In my first writing : Grape vines in Indonesia, I mentioned Prabu Bestari as originally came from Black Prince grape, which is came from Rose of Peru grape.  I just looked back on my writing and checked the http://www.vivc.de web site again. Last time i only checked on american grape website.

I have never found any grape named red prince, as far as i can find, red prince is a cultivar name for some apples.

But the color of the grape is red, why was it named as black?  I found out in wikipedia, it might got nothing to do with the color of the grape, but it might be tributed to Black Prince’s ruby from england, a gemstone belong to Black Prince which his real name was Edward of Woodstock, is this true?

Then today i found out, there are three kinds of grape named as Black Prince :

1. Cinsaut, originally came from France.

2. Schiava Grossa, originally came from Italy.

3. Black Prince, or Rose of Peru, came from South Africa.

So which one is the black prince grape in indonesia? ( If it is true black prince, not red prince as it is thought to be ).

Then I simply checked the holding institution, I found out, among those three grapes, indonesia’s  -IDN01- only has the right to keep the Schiava Grossa.

so if Prabu Bestari is Black Prince, So the Black Prince is from Schiava Grossa (?)

Other grapes I’m wondering are:

Is Balinese grape really Alphonse Lavalle or Gross Colman?

What are the original names of belgium grape, Jestro AG86 and AG60?

Any one can help?

 


 

January 27, 2011

Green colored Carolina Blackrose

Filed under: Uncategorized — anggurindo @ 9:23 pm

Here is my green colored carolina blackrose in comparison with balinese grape (alphonse lavale).

Green colored Carolina Blackrose with Balinese grapeIn Nov 2010, i went to bali with my brother, a cousin and a friend, actually they are the ones who wanted to go there, i was just accompanied them.  I picked these grapes on Nov 24th ’10.

I bought the balinese grape at carrefour in denpasar, no one liked it, just me, they bought for themselves red globe, i always buy balinese grape when i’m in bali.  It is sweet, tangy and tart, the seeds are large and bitter and can hurt your tounge if you chew them too much.  I like to chew the seed because of its grape seed oil.

Carolina blackrose, simply known as caroline grape in indonesia, has much different taste than balinese grape, it is crunchier, much sweeter, with a fragrance aroma, maybe this is what is called muscat flavor, and mine because i used fruit growth hormon, the seed formation is a few, maybe just 1-2 small seed and not even bitter, and it failed to color.  every person tasted the grape liked it, they said it is sweeter and more fragrance than red globe, though smaller.

I applied once the hormon on the 7th day after bloom, one of the result is the fruit stem also enlarge triple than normal diameter.  in the previous season, i applied it on the 14th and 21st day after bloom and the fruit stem diameter stay normal.

I don’t know what is the ingredient in the “sar-bu” fruit growth hormon because there is no explanation in the label.  But surely every time i used it, after the harvest, the grape vine weakening, the growth is stunted and need extra 3-4 months to rejuvenate again to be ready for next fruiting.

Maybe because it is sensitive to gibberelin.  I read in some australian table grape web, the maroo seedless variety which is a crossed of carolina blackrose and ruby seedless(?) also sensitive to gibberelin.  Grapevine sensitive to gibberelin will reduce their vigor and fruiting in the next growth.

As far as i know, there are 2 other kinds of grape in bali, both have green color, one is called bali putih (means white colored from bali) and the other called anggur belgie / belgium grape / kediri kuning (yellow colored from kediri).

 

January 8, 2010

Bertanam Anggur dalam Pot

Filed under: Uncategorized — Tags: — anggurindo @ 6:57 am

Versi: Indonesia
Bertanam Anggur dalam Pot

Persiapan Menanam

Untuk menanam anggur, biasa bibit yang dijual di kios-kios tanaman berumur sekitar 3-6 bulan. Biasa dijual dalam polybag berukuran sekitar 15 cm. Setelah bibit tersebut dibeli, periksa keadaan akarnya, keluarkan dari dalam pot/polybag, bila akar hampir atau sudah memenuhi wadah tersebut, pindahkan ke pot yang lebih besar, dengan diameter 20 – 30 cm sudah cukup. Gunakan media tanam yang biasa dijual di pasaran atau campuran tanah, pasir, pupuk organik 3:1:2 atau 1:3:2.

Biarkan di tempat yang setengah teduh selama 3 hari untuk adaptasi dengan lingkungan baru, kemudian pindahkan ke tempat yang bersinar matahari penuh. Perakaran anggur tumbuh dengan cepat, dengan pot ukuran 20-30cm, dalam waktu 1-2 bulan pasti sudah memenuhi pot tersebut.

Sementara itu, kita persiapkan pot besar yang akan menjadi tempat permanennya untuk beberapa tahun ke depan. Kita perlu waktu 6 minggu untuk mempersiapkan media tanam.

Persiapan Bahan:
1. Wadah tanam, berupa pot, drum atau bak berdiameter sekitar 60 cm, tinggi 45 – 75 cm dengan lubang pembuangan air yang cukup di bagian dasarnya.
2. Kantung plastik atau lembaran plastik dengan lubang pembuangan air seukuran pot, drum atau bak untuk melapisinya. Lapisan plastik ini akan sangat memudahkan penggantian pot di kemudian hari, karena media tanam tidak melekat langsung ke wadah tanam.
3. Tanah, pasir dan pupuk organik yang telah matang dengan perbandingan 3:1:2 atau 1:3:2.
4. NPK yang seimbang, misalnya 15-15-15 sebanyak 50 gram.
5. Urea 25 gram.
6. Air cucian ikan, daging atau semacamnya bila ada.
7. Rambatan besi atau kayu. Bentuk rambatan bisa seperti tangga atau lingkaran bertingkat 2 atau 3. masing-masing tingkat berjarak 50-60 cm. Ukuran rambatan selebar diameter pot dan setinggi 1-2 meter totalnya.

Cara pencampuran:
1.Pot dilapisi plastic.
2.Dalam keadaan kering, tanpa disiram air, campur dan aduk tanah, pasir, pupuk, npk dan urea sampai merata.
3.Isikan ke dalam pot sampai 5 atau 10 cm tingginya dari mulut pot.
4.Siramkan air keran atau air cucian ikan, daging atau semacamnya pelan2, merata ke seluruh permukaan media tanam dalam pot.
5.Biarkan selama 4-6 minggu agar proses penyuburan media tanam selesai. Untuk sehari-harinya, media tersebut bisa disiram secukupnya agar tetap lembab, tidak perlu berlebihan sampai air terus mengalir keluar dari lubang pembuangan air. Penyiraman dilakukan pagi dan sore hari, secukupnya saja, diperkirakan seluruh bagian media dalam pot tetap terjaga kelembabannya. Malah bila hujan deras terus menerus, lebih baik media pot dinaungi plastic agar hara tidak terbuang keluar percuma.
6.Setelah 4-6 minggu, bibit yang ada sudah dapat dipindahkan ke pot besar tersebut.
7.Setelah bibit ditanam, rambatan besi/kayu bisa langsung dipasang untuk memberi tempat untuk perambatan.

Pelatihan Perambatan dan Pemangkasan

Pelatihan perambatan dan pemangkasan menjadi sangat penting untuk anggur. Sejak dini, anggur harus mulai diarahkan pertumbuhannya, memutuskan bagaimana bentuk pohonnya nanti, di mana ranting produktif akan tumbuh, di mana buah akan tumbuh, dan seberapa banyak ranting produktif dan buah dapat tumbuh.

Sebelumnya akan, kita bahas sedikit secara gamblangnya tentang bagian pohon anggur. Pohon anggur terdiri dari akar, batang utama, cabang primer, cabang sekunder, dan cabang tersier atau cabang produktif, daun dan buah.

Untuk sampai mendapatkan buahnya, kita harus mulai dari yang paling dasar dahulu, yaitu akarnya. Oleh karena itu kita perhatikan persiapan media tanam agar media tanam dapat menyediakan hara makro dan mikro yang di perlukan oleh tanaman pada tiap tahap pertumbuhannya.

Kemudian pertumbuhan batang utama. Di negara-negara subtropis, anggur hanya aktif tumbuh pada musim – musim di mana matahari bersinar cerah, musimsemi, musim panas dan masuk musim gugur, anggur mulai masuk tahap dormansi atau berhenti tumbuh, melewati musim dingin bersalju sampai akhirnya bertunas lagi di musim semi. Jadi praktis hanya sekitar 6 bulan anggur tersebut aktif, mulai dari pemangkasan, bertunas, berdaun, berbunga, berbuah sampai panen.

Berbeda dengan negara – negara subtropis, di negara tropis, seperti Indonesia, matahari boleh dikatakan bersinar 365 hari dalam setahunnya, anggur selalu menerima sinar matahari, fotosintesa terus berjalan, anggur hampir tidak mengenal masa berhenti tumbuh. Namun masa berhenti tumbuh tersebut sangat singkat, kecuali anggur mengalami kekurangan hara dan air dalam waktu yang cukup lama.

Bila ditanam di pekarang atau kebun, ada beberapa model perambatan yang dapat dipilih, seperti para-para atau pergola, kniffin, bentuk T atau cordon, perdu atau segitiga. Untuk tanaman dalam pot, penulis cenderung memakai model bentuk T atau cordon, dengan satu batang utama dan 2 batang primer. Pada masing-masing batang primer terdapat 5-8 mata tunas yang akan mengeluarkan cabang – cabang sekunder. Tiap cabang sekunder juga memiliki 2-8 mata tunas tergantung dari varietasnya. Dari tiap cabang sekunder ini dibiarkan tumbuh beberapa batang tersier yang nantinya dibatasi hanya menumbuhkan 1 atau 2 tandan buah saja, karena kita menanam dalam pot yang terbatas haranya.

Setelah bibit tersebut ditanam, pertumbuhan segera dimulai, pemilihan batang utama segera dimulai, biarkan bibit tersebut tumbuh sekehendaknya. Bila ada beberapa tunas yang muncul, biarkan saja bertumbuh sampai setinggi 2 – 3 meter. Salah satu tunas pasti akan tumbuh lebih besar dan lebih cepat dan lebih bagus penampilannya.

Dalam tahap pelatihan ini, cabang-cabang dibiarkan tumbuh sampai 2 – 3 meter, keluar dari tajuk potnya, membuatnya terlihat tidak menarik dan berantakan, tetapi ini dilakukan untuk memberi kesempatan pohon menumbuhkan batang – batang yang cukup besar untuk menyimpan hara yang nantinya berguna untuk menghasilkan buah yang banyak dan besar.

Bila sudah setinggi 2-3 meter, pangkas tunas-tunas lain yang lebih kecil dan lemah. Biarkan satu tunas yang terbaik saja yang tumbuh. Tunas yang dibiarkan tumbuh ini juga dipangkas pada ketinggian sekitar 0,5 – 2 meter. Tinggi batang utama disesuaikan dengan rambatan, atau tinggi rambatan disesuaikan dengan tinggi batang utama yang diinginkan. Salah satu faktor lainnya adalah banyaknya sinar matahari yang dapat diterima, bila kita tinggal di perumahan yang sekelilingnya membatasi sinar matahari, maka makin tinggi batang utama, makin banyak matahari yang dapat diterima. Hanya penampilan secara keseluruhan dengan pot menjadi kurang menarik.

Pilih tunas yang berdekatan letaknya sebagai ujung teratas batang utama agar mudah menghasilkan bentuk T yang sempurna nantinya, atau bila beruntung, kita bisa mendapatkan tunas ganda yg dapat diarahkan ke kiri dan kanan dengan sempurna. Kita dapat memangkas beberapa kali untuk menumbuhkan posisi cabang primer agar sesuai dengan yang diharapkan, walau ini akan menunda pertumbuhan ke tahap selanjutnya dan menunda waktu pembuahan, tetapi bentuknya menjadi lebih menarik.

Kemudian biarkan tunas ini menumbuhkan cabang – cabangnya yang mendatar sampai sepanjang sekitar 2-3 meter. Pilihlah 2 cabang terbaik dan tumbuh berdekatan, cabang-cabang lainnya bisa segera dibuang. Kedua cabang ini nantinya akan menjadi cabang primer, yaitu 2 cabang yg masing – masing mendatar ke kiri dan kanan dari batang utama membentuk seperti huruf T. Setelah kedua cabang primer yang terpilih tumbuh sepanjang 2-3 meter, pangkas dengan menyisakan masing – masing 5 sampai 8 mata tunas.

Tahap berikutnya adalah menumbuhkan cabang sekunder dari cabang primer. Dari masing-masing 5-8 mata tunas itu biarkan tumbuh cabang – cabang sampai 2-3 meter juga. Tunas lain yang tumbuh dari batang utama harus segera dibuang agar tidak mengambil porsi hara untuk pertumbuhan cabang sekunder. Setelah cabang – cabang sekunder mencapai pertumbuhan 2 – 3 meter, pangkas cabang sekunder itu dengan menyisakan 2-8 mata juga.

Biarkan dari cabang sekunder tersebut tumbuh cabang – cabang tersier, tetapi jangan sampai melebihi 2 meter panjangnya. Biarkan cabang – cabang tersier ini terus bertumbuh sampai dia nampaknya tidak mengeluarkan daun baru lagi dan kulit cabang sekunder dan tersier yang tadinya masih berwarna hijau segar telah berubah warnanya menjadi coklat dan menjadi seperti selapis kayu.

Bila kulit cabang sekunder dan cabang tersier ini telah berubah warna menjadi coklat, berarti pohon telah siap untuk masuk pemangkasan buah. Biasanya untuk anggur berwarna hitam dan merah, umur 6-7 bulan sudah siap untuk berbuah, sedangkan anggur berwarna hijau butuh waktu sekitar 10-12 bulan

Pemupukan

Setelah bibit ditanam dalam pot besar, 7 hari kemudian taburkan 1 sendok teh pepes / dipipihkan urea disekelilingnya 15 cm dari batang pohon. Lakukan selama 4 x 7 hari.

4 minggu kemudian pupuk urea ditingkatkan menjadi 1 sendok makan pepes, ditaburkan disekeliling 15 cm dari batang pohon. Seminggu sekali. Lakukan selama 12 kali.

Setelah 4 bulan, berikan npk 15-15-15 sebanyak 1 sendok makan pepes, taburkan di sekelilingnya 15 cm dari batang pohon, seminggu sekali.

Pupuk organik bisa ditambahkan sebanyak 250 gram setiap bulannya. Pupuk daun 20-20-20 bisa diberikan sejak 7 hari setelah tanam.

Ciri – ciri pohon telah siap pangkas untuk berbuah adalah kulit batang sekunder telah berubah warnanya menjadi coklat kayu atau telah berubah menjadi selapis kulit kayu berwarna coklat muda.

Pemangkasan Buah

10 hari sebelum pemangkasan, diberi 250 gram pupuk organik. Lalu 7 hari sebelum pemangkasan diberi NPK dengan P tinggi atau 15-15-15 sebanyak 25 gram, dan semprotkan pupuk daun dgn P tinggi seperti 10-55-10. kemudian masuk pada proses pemangkasan buah.

4 hari sebelum pemangkasan, penyiraman air dihentikan sama sekali selama 4 hari, bagian media pot ditutupi plastik. Pada pagi hari ke-0, semprotkan pupuk daun dengan P tinggi, taburkan lagi 25 gram NPK dan siram seperti biasa, sorenya sekitar jam 15.00-17.00 lakukan pemangkasan. Pemangkasan dengan menggunakan gunting pangkas tajam, buang semua daun, semua cabang tersier, semua cabang yang rusak dan lemah, sehingga akhirnya hanya tersisa cabang-cabang sekunder sebanyak 2-8 mata tunas.

Untuk anggur Bali, Probolinggo Biru dan Gross Colman disisakan 2-4 mata tunas (Spur Pruning). Anggur Probolinggo Putih, Isabella dan Carolina Black Rose bisa disisakan 5-8 mata tunas (Cane Pruning), bahkan untuk di kebun, isabella dapat disisakan 30 mata tunas.
Hari pemangkasan dihitung sebagai hari ke-0. Penyiraman kembali dilakukan seperti biasa, bahkan tanah tidak boleh dibiarkan sampai kering selama masa awal pertumbuhan bunga dan buah. Pupuk daun dapat tetap diberikan sesuai dengan merk yang dipakai dan petunjuk penggunaannya. Biasanya penulis memkaia pupuk daun samapai hari ke-14, dan dilanjutkan kembali pada hari ke-50 atau buah sudah sebesar biji jagung dengan NPK seimbang dan pupuk daun seimbang. Pada 1 bulan sebelum panen, pupuk daun yang dipakai adalah yg K tinggi, misalnya growmore 6-30-30.

Kemudian masuk hari ke-5 dan ke-7, sudah dapat dilihat mata tunas membesar dan menumbuhkan daun. Mulai hari ke-10 sudah terlihat jelas calon bunga yang muncul dari cabang tersier yang tumbuh. Buah anggur biasa tumbuh pada mata tunas ke 2-5 dari cabang tersier. Letaknya berlawanan arah dengan daun.

Bila tidak muncul calon bunga, cabang tersebut tetap dipelihara sebagai penggganti cabang sekunder yang sekarang sedang berbuah. Ini dikarenakan cabang anggur yang telah berbuah sudah tidak produktif lagi dan harus dibuang. Dan kita perlu cabang produktif baru untuk pembuahan berikutnya, cabang tersier yang tidak berbunga tersebut dipelihara agar tumbuh tidak melebihi 2 meter, kemudian dipangkas lagi dengan menyisakan 5-8 mata tunas dan 3 bulan kemudian akan dianggap sebagai cabang sekunder baru dan dari cabang ini akan ditumbuhkan cabang tersier baru yang menghasilkan buah pada periode berikutnya.

Pada hari ke-50, berikan NPK 15-15-15 sebanyak 20 gram dan pupuk daun 20-20-20 pada hari ke 70 sebanyak 10 gram dan semprot pupuk daun 6-30-30.

Penjarangan buah dan tandan bisa dilakukan ataupun tidak. Untuk pertama kali berbuah, biasanya tandannya banyak tetapi kecil-kecil karena baru belajar berbuah. Untuk berbuah kedua kalinya, untuk jenis tandan sedang dan panjang kita batasi 4 – 8 tandan keseluruhannya, untuk tandan pendek 12 – 24 tandan.

Anggur bisa di panen sekitar hari ke 90 s/d hari ke-120. ini ditandai dengan perubahan warna kulit sesuai dengan jenis anggurnya, munculnya bedak putih dikulit buah, dan buah akan terlihat lebih tembus cahaya. Agar buah lebih manis, 5 hari sebelum pemetikan, penyiraman dihentikan sama sekali.

Pemetikan dengan memakai gunting memotong pangkal tandan buah dekat dengan rantingnya. Kemudian buah diangin-anginkan selama 2 sampai 5 hari sebelum dimakan agar terjadi proses pemasakan gula dan terasa lebih manis.

Demikian siklus pembuahan anggur terus menerus, pemangkasan, pemilihan, pemeliharaan cabang sekunder dan tersier, dilakukan terus bergantian agar tetap ada cabang yang berbuah sekarang dan berbuah nanti.

Bila sudah mengalami 2 kali pembuahan, sebagian mata tunas sekunder awal dapat dipangkas pendek menyisakan 1-2 mata tunas agar nantinya menumbuhkan kembali 1 tunas sekunder baru agar pohon tidak menjadi terlalu melebar dari tajuk potnya.

Setelah pemetikan, taburkan 50 gram kapur dolomit, siram seperti biasa untuk menetralkan kembali keasaman tanah karena terlalu banyaknya pemupukan. 3 hari kemudian diberikan 250 gram pupuk organik. Seminggu kemudian dapat dimulai pemupukan untuk pemangkasan kembali, yaitu pemberian pupuk organik 250 gram 10 hari sebelum dipangkas dan seterusnya.

Demikianlah sebagaian pengalaman yang dapat penulis bagikan dalam bertanam anggur dalam pot, semoga bermanfaat bagi kita bersama. Jangan ragu untuk melayangkan pertanyaan, kritik dan saran. Terima kasih sebelum dan sesudahnya.

Balitjestro, Tlekung, Batu, Malang

Filed under: Uncategorized — anggurindo @ 5:52 am

Filed under: Uncategorized — anggurindo @ 5:51 am

Filed under: Uncategorized — anggurindo @ 5:49 am

Filed under: Uncategorized — anggurindo @ 5:48 am

Filed under: Uncategorized — anggurindo @ 5:47 am

The Shocking Blue Green Theme. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.